Bahaya Kurang Refreshing Untuk Kesehatan

Spread the love

Di zaman yang serba maju seperti saat ini, ada banyak pekerjaan yang dilakukan secara marathon dan menuntut banyak orang untuk bekerja dengan ekstra. Padahal, menyempatkan waktu untuk refreshing atau berlibur menjadi salah satu cara untuk membuat pikiran lebih fresh. Terlebih, kurang refreshing ternyata dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan.

Efek Kurang Refreshing bagi Para Pekerja

Apakah Anda merupakan seorang pekerja keras yang sering melupakan waktu beristirahat dan refreshing? Jika iya, maka berhati-hatilah, sebab ada berbagai ancaman kesehatan yang akan mengintai. Berikut beberapa risiko yang bisa saja terjadi.

1. Risiko masalah kejiwaan

Efek kelelahan kerja yang membuat seseorang tidak pernah mengambil cuti liburan ternyata dapat berujung masalah mental yang serius. Kita akan cenderung tidak fokus pada pekerjaan, sering berbuat salah, bahkan kerap tersinggung dan menjadikan masalah kecil seakan-akan sebagai masalah besar.

Anda tentu pernah mendengar istilah “Karoshi” pada para pekerja di Jepang, bukan? Nah, Karoshi merupakan peristiwa kematian yang disebabkan oleh pola kerja yang tidak mengenal waktu sehingga membuat para pelakunya merasa depresi.

Porsi pekerjaan yang besar tanpa adanya waktu luang untuk berlibur dan refreshing dikhawatirkan akan membuat kita menjadi kalap. Perilaku seperti ini tentu bisa menjadi dampak paling buruk dari kurangnya refreshing di kalangan para pekerja.

2. Peningkatan kadar kortikostreoid

Di dalam tubuh kita, terdapat hormon stres bernama Kortison dan Kortisol. Keduanya terbukti bersifat buruk untuk tubuh, bahkan dapat membuat berat badan menjadi turun. Kortikosteroid yang ada dalam hormon tersebut juga cenderung akan meningkat jika tubuh tidak mendapat istirahat dan refreshing.

Peningkatan kadar kortikosteroid nantinya akan menekan sistem kekebalan tubuh dan menghambat antigen yang tidak dapat melawan sel-sel buruk. Dampaknya, Anda akan mudah stres dan terkena berbagai penyakit.

Di sisi lain, kadar glikogen pada tubuh juga akan menurun. Penurunan kadar glikogen juga akan menghilangkan respon laktat yang menyebabkan otot menjadi mudah lelah dan cepat lemas. Dengan kata lain, tubuh menjadi tidak bertenaga dan rentan terkena berbagai risiko kesehatan.

3. Masalah kesehatan kronis

Otak merupakan bagian penting dari tubuh manusia yang juga sama-sama membutuhkan nutrisi dengan cara rileksasi dan refreshing. Apabila tidak dibuat refresh, efek yang ditimbulkan bisa sangat menakutkan, bahkan merugikan tubuh kita sendiri.

Jika bekerja secara terus menerus tanpa menghiraukan hari libur, maka stress, hipertensi, hingga penyakit jantung bisa menjadi masalah yang akan merusak tubuh. Insomnia juga bisa menjadi salah satu efek kurangnya refreshing sehingga membuat mood menjadi jelek hingga mudah cemas.

Umumnya, gejala awal yang sering dikeluhkan seperti mata lelah, sakit punggung, lambung, bahkan sakit di bagian dada bisa terjadi oleh orang yang sering kelelahan kerja. Lebih lanjut, risiko penyakit kronik seperti alzheimer, diabetes, hingga osteoporosis juga akan semakin meningkat.

4. Hidup tidak rileks

Ketika seseorang kekurangan waktu untuk refreshing, maka ia akan menjadi mudah bosan dan kurang termotivasi untuk menyelesaikan berbagai pekerjaannya. Hal ini karena ia merasa tidak rileks dan nyaman karena ada banyak hal yang dipikirkan.

Oleh karena itu, rekreasi dan refreshing menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk membuat hidup terasa lebih nyaman dan rileks. Beberapa cara bisa Anda lakukan, mulai dari mengambil cuti liburan, rekreasi, serta olahraga secara rutin.

Faktanya, olahraga dan berekreasi dapat menurunkan stres psikologis hingga 34-46%, terutama jika dilakukan lebih dari empat kali dalam seminggu. Dengan begitu, sempatkanlah olahraga dan rekreasi sejenak di sela-sela pekerjaan yang menumpuk supaya hidup lebih sehat dan badan merasa segar.

5. Dampak negatif pada perilaku

ternyata, kurangnya refreshing saat bekerja tidak hanya akan memberikan dampak negatif pada tubuh dan mental, namun juga pada perilaku terutama produktivitas kerja. Terus menerus bekerja akan membuat kinerja kita menurun sehingga berdampak negatif pada diri sendiri maupun perusahaan.

Pekerjaan yang tidak terkontrol akan membuat kehidupan pribadi menjadi terpengaruh, termasuk hubungan Anda dengan orang-orang terdekat. Oleh karena itu, cobalah untuk ambil cuti liburan untuk refreshing sehingga Anda mampu mengatasi masalah pribadi dan pekerjaan.

Refreshing dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik berlibur ke luar kota, berolahraga ringan, berjalan di taman, hingga bergabung dalam komunitas hobi. Bahkan menurut salah satu penelitian di Amerika Serikat, orang yang tergabung dalam kegiatan komunitas yang positif dapat menurunkan efek stress, loh. Nah, semua kegiatan tersebut dapat Anda lakukan dengan pasangan, teman, atau bahkan keluarga.

Itulah beberapa efek negatif jika seseorang kurang refreshing dan tidak menyeimbangkan antara pekerjaan dan liburan. Oleh karena itu, sesibuk apa pun Anda, sangat disarankan untuk tetap menyempatkan diri melakukan berbagai kegiatan me-refresh badan maupun pikiran.